
Visinews.id – Kota Tangerang — Taman Jimpitan yang berada di Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam penilaian Lomba Ruang Bersama Indonesia (RBI) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026, Kamis (23/10/2026).
Berada di tengah permukiman warga, Taman Jimpitan tidak sekadar menjadi ruang terbuka untuk memperindah lingkungan. Kawasan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang literasi, pengembangan kreativitas anak, pelestarian seni budaya, serta sarana memperkuat interaksi sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Penilaian tersebut menjadi momentum untuk melihat sejauh mana ruang publik dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, mendukung keluarga, dan mendorong tumbuhnya kegiatan positif di tengah permukiman.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Banten Irna Narulita Dimyati, Sekretaris Daerah Kota Tangerang H. Herman Suwarman, M.Si., beserta istri, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Dr. Tihar, S.E., M.Si., Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah H. Engkos Koswara, M.Si., serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yudi Pradana, S.H.
Turut hadir jajaran PKK Kota Tangerang, Camat Batuceper Achsin Ghufron Falfelli, S.STP., M.Si., Danramil Batuceper Mayor Inf. Kurniawan, Wakapolsek Batuceper AKP Deden Hary, S.H., serta para lurah se-Kecamatan Batuceper.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, kader PKK, dan masyarakat mencerminkan dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan ruang bersama yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.
Disambut Tari Tradisional dan Lagu Indonesia Raya
Suasana Taman Jimpitan Batu Jaya tampak semarak sejak pagi. Spanduk ucapan selamat datang kepada Tim Penilai RBI Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 terpasang di panggung utama sebagai bentuk penyambutan terhadap rombongan penilai dan para tamu undangan.
Rombongan disambut Camat Batuceper Achsin Ghufron Falfelli bersama Lurah Batu Jaya, jajaran kecamatan dan kelurahan, TP-PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Duta Baca Kota Tangerang, serta warga setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh tamu undangan dengan khidmat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan enam penari cilik dari sanggar tari binaan Taman Jimpitan. Mengenakan kostum berwarna cerah, mereka membawakan tarian penyambutan dengan gerakan luwes dan penuh percaya diri.
Penampilan tersebut menjadi salah satu gambaran pemanfaatan taman sebagai wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, mengekspresikan kreativitas, sekaligus mengenal dan melestarikan seni budaya.
Keberadaan kegiatan seni di lingkungan permukiman juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh ruang berekspresi yang positif tanpa harus bergantung pada fasilitas di luar wilayah tempat tinggal mereka.
Taman Jimpitan Hadirkan Ruang Literasi dan Kreativitas
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah keberadaan fasilitas yang mendukung kegiatan pendidikan, rekreasi, dan interaksi sosial masyarakat.
Di kawasan Taman Jimpitan terdapat perpustakaan, pojok baca Aku Baca, area bermain anak, serta panggung kreativitas. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung beragam aktivitas warga, mulai dari membaca, belajar, bermain, hingga kegiatan seni dan budaya.
Di dalam perpustakaan, anak-anak terlihat mengikuti kegiatan mewarnai dan membaca buku. Duta Baca Kota Tangerang turut berinteraksi dengan mereka sebagai bagian dari upaya menumbuhkan minat baca dan memperkenalkan budaya literasi sejak usia dini.
Kehadiran fasilitas literasi di tengah permukiman menjadi penting karena memberikan akses yang lebih dekat bagi anak-anak untuk mengenal buku dan mengembangkan kebiasaan membaca.
Selain itu, area bermain dan panggung kreativitas membuka ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan melalui kegiatan bersama.
Dengan demikian, Taman Jimpitan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga berpotensi menjadi ruang pembelajaran informal yang mendukung tumbuh kembang anak.
Keterlibatan Warga Menjadi Kunci Keberlanjutan
Selain kelengkapan fasilitas, keberhasilan ruang bersama juga bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkan dan menjaga keberadaannya.
Dalam pengembangan Taman Jimpitan, kader PKK turut berperan mendukung kegiatan kemasyarakatan serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah bagi anak dan keluarga.
Kolaborasi antara pemerintah, kader PKK, unsur kewilayahan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga agar fasilitas yang tersedia tidak hanya berfungsi saat kegiatan seremonial atau penilaian berlangsung.
Ruang publik yang dikelola secara berkelanjutan dapat menjadi tempat bagi warga untuk membangun komunikasi, memperkuat kepedulian sosial, dan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bermanfaat.
Karena itu, pemanfaatan Taman Jimpitan perlu terus didorong melalui kegiatan rutin, pemeliharaan fasilitas, serta partisipasi aktif masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Camat Batuceper Apresiasi Pemanfaatan Lahan di Permukiman Padat
Camat Batuceper, Achsin Ghufron Falfelli, S.STP., M.Si., menyampaikan kebanggaannya atas kesempatan Kelurahan Batu Jaya mengikuti penilaian RBI tingkat provinsi melalui Taman Jimpitan.
Menurutnya, pemanfaatan lahan di tengah permukiman padat merupakan tantangan sekaligus peluang untuk menghadirkan ruang publik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Taman Jimpitan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang bersama yang mengintegrasikan berbagai aktivitas, mulai dari literasi, permainan anak, hingga pengembangan kreativitas masyarakat.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberadaan fasilitas yang dapat digunakan secara langsung oleh warga.
“Taman Jimpitan di Batu Jaya ini menjadi bukti bahwa lahan yang terbatas di tengah permukiman padat dapat dimanfaatkan menjadi ruang yang bermanfaat. Di sini ada perpustakaan, pojok baca Aku Baca, tempat bermain anak, panggung kreativitas, dan yang tidak kalah penting adalah keterlibatan warga dalam menjaga serta memanfaatkan fasilitas bersama,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan kegiatan.
Ia berharap Taman Jimpitan terus dikembangkan melalui kerja sama antara pemerintah, kader PKK, unsur kewilayahan, dan masyarakat.
Dengan kolaborasi tersebut, keberadaan taman diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama berlangsungnya penilaian, tetapi juga tetap menjadi ruang aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Penilaian RBI Menyoroti Kebermanfaatan dan Keberlanjutan
Lomba Ruang Bersama Indonesia menjadi salah satu momentum untuk mendorong pengembangan ruang publik yang inklusif, aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak dan penguatan keluarga.
Dalam konteks tersebut, keberadaan fasilitas fisik perlu diimbangi dengan pemanfaatan yang nyata. Sebuah taman tidak cukup hanya terlihat tertata dan menarik, tetapi juga perlu memiliki aktivitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Taman Jimpitan Batu Jaya memperlihatkan sejumlah potensi melalui kegiatan literasi, seni budaya, aktivitas anak-anak, serta keterlibatan kader PKK dan unsur masyarakat.
Dukungan pemerintah daerah dan unsur TNI-Polri juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang tertib dan kondusif.
Dalam rangkaian penilaian tersebut, aspek kebermanfaatan dan keberlanjutan pengelolaan menjadi perhatian, selain kondisi fisik dan kelengkapan fasilitas.
Ruang bersama diharapkan benar-benar digunakan oleh masyarakat, mampu menjangkau berbagai kelompok, serta memberikan dampak positif yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, pengelola perlu terus menjaga kualitas fasilitas, mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan warga, dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan.
Diharapkan Menjadi Inspirasi bagi Kelurahan Lain
Rangkaian kegiatan penilaian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan jajaran pemerintah daerah, Kecamatan Batuceper, Kelurahan Batu Jaya, PKK, unsur TNI-Polri, Duta Baca Kota Tangerang, serta anak-anak yang mengikuti kegiatan di Taman Jimpitan.
Keikutsertaan Kelurahan Batu Jaya dalam Lomba RBI Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun ruang publik yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Taman Jimpitan juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Tangerang untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia menjadi ruang edukasi, interaksi sosial, pengembangan kreativitas, serta pemberdayaan masyarakat.
Lebih jauh, keberadaan taman ini menunjukkan bahwa pengembangan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari pembangunan fasilitas berskala besar. Pemanfaatan lahan yang tersedia, disertai pengelolaan yang baik dan partisipasi warga, dapat menjadi langkah penting dalam menghadirkan ruang publik yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan ruang bersama tidak hanya diukur dari keindahan taman atau kelengkapan fasilitasnya. Ukuran yang tidak kalah penting adalah seberapa aktif masyarakat memanfaatkannya, bagaimana warga terlibat dalam pemeliharaannya, serta sejauh mana kegiatan yang berlangsung memberikan manfaat bagi anak-anak, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Melalui penilaian RBI 2026, Taman Jimpitan Batu Jaya diharapkan terus berkembang sebagai ruang bersama yang hidup, produktif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kota Tangerang.
Tim
