xbanner 970x250

Jhonpera Desak PLN UP3 Serpong Evaluasi Konstruksi dan Keselamatan Gardu Portal

2 minutes reading
Tuesday, 3 Nov 2026 09:31 0 9 Redaksi

Visinews.id| Pekerjaan infrastruktur kelistrikan milik PT PLN (Persero) UP3 Serpong menjadi sorotan Aktivis Teknik, Jhonpera. Ia meminta adanya evaluasi serius terhadap pekerjaan gardu portal, terutama terkait kualitas pelaksanaan oleh vendor serta fungsi pengawasan dari pihak PLN.

 

Jhonpera mempertanyakan profesionalitas vendor pelaksana yang diduga kurang cermat dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Menurutnya, setiap pembangunan infrastruktur kelistrikan harus mengutamakan standar teknis, keselamatan kerja, kualitas konstruksi, serta ketentuan operasional yang berlaku.

 

“Jangan sampai pekerjaan infrastruktur kelistrikan hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, sementara kualitas pekerjaan dan aspek keselamatan justru diabaikan. Vendor pelaksana harus bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya,” tegas Jhonpera.

 

Ia juga menyoroti fungsi pengawasan jajaran terkait di lingkungan PLN UP3 Serpong. Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya menjadi formalitas administrasi atau sebatas menerima laporan penyelesaian pekerjaan, tetapi harus dilakukan secara langsung, terukur, dan berkelanjutan.

 

Jhonpera mempertanyakan mekanisme pengawasan yang berjalan apabila dugaan ketidaksesuaian pekerjaan di lapangan tidak terdeteksi sejak awal.

 

Menurutnya, apabila ditemukan kekurangan atau ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada pekerjaan gardu portal, pihak yang memiliki kewenangan harus segera melakukan pemeriksaan dan evaluasi.

 

“Kalau vendor bekerja tanpa pengawasan yang maksimal, siapa yang bertanggung jawab terhadap kualitas hasil pekerjaan? PLN sebagai pemilik pekerjaan harus memastikan seluruh tahapan pelaksanaan sesuai standar dan ketentuan teknis,” ujarnya.

 

Aktivis Teknik Jhonpera mendorong PLN UP3 Serpong melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pekerjaan gardu portal tersebut.

 

Ia menyebut sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian dan bahan evaluasi, di antaranya:

 

1. Pemeriksaan kualitas konstruksi dan hasil pekerjaan gardu portal.

 

 

2. Kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan standar PLN.

 

 

3. Evaluasi kinerja vendor atau kontraktor pelaksana.

 

 

4. Pemeriksaan fungsi pengawasan dan tanggung jawab pengawas lapangan.

 

 

5. Evaluasi aspek keselamatan instalasi dan lingkungan sekitar.

 

 

6. Transparansi tindak lanjut apabila ditemukan ketidaksesuaian pekerjaan.

 

 

 

Jhonpera menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial sekaligus kepedulian terhadap kualitas pelayanan infrastruktur kelistrikan kepada masyarakat.

 

Ia berharap manajemen PLN UP3 Serpong tidak menganggap persoalan tersebut sebatas kritik, melainkan menjadikannya bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pelaksanaan pekerjaan dan pengawasan di lapangan.

 

“PLN harus profesional, vendor harus bertanggung jawab, dan pengawas jangan sampai kehilangan fungsi. Infrastruktur kelistrikan menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jangan sampai kelalaian dalam pekerjaan justru berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan di kemudian hari,” pungkas Jhonpera.

 

Red

LAINNYA
xbanner 970x250