xbanner 970x250

Ketum PWI Pusat Jelaskan Peran Media Dalam Program Ketahanan Pangan 

2 minutes reading
Friday, 7 Feb 2025 22:11 0 69 Redaksi

Visinesw.id, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry Ch Bangun, mengungkapkan alasan di balik tema Seminar Nasional Pers yang bertajuk “Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nusantara: Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan” dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2025. Seminar ini berlangsung pada Jumat, 7 Februari 2025, di Galaxy Hotel, Banjarmasin.

 

Seminar Nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, antara lain Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP, M.Si dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian; Imam Subarkah, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan; Dr. Ir. H Muhammad Fauzi Makki, MP, Kepala Pusat Kajian Ketahanan Pangan Universitas Lambung Mangkurat; serta Fathurahman, Ketua Dewan Redaksi Duta TV.

 

Dalam sambutannya, Hendry Ch Bangun mengingat kembali Kongres PWI pertama yang diadakan di Solo pada tahun 1946, yang menjadi dasar bagi pers untuk berperan dalam menjaga ketahanan pangan. “Keputusan Kongres PWI Pertama menegaskan bahwa wartawan berkewajiban menjaga kedaulatan bangsa. Ketahanan Pangan menjadi salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

 

Hendry menekankan pentingnya peran pers dalam mensosialisasikan program pemerintah terkait ketahanan pangan, mengingat masih banyak publik yang belum sepenuhnya memahami konsep ini. “Tugas pers adalah membantu menginformasikan dan mengedukasi masyarakat tentang bagaimana ketahanan pangan ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

 

Ia juga menyoroti peran pers dalam mengkritisi program ketahanan pangan, menjadikan media sebagai forum dialog antara pemerintah dan pemangku kepentingan, termasuk akademisi. “Kampus merupakan pusat penelitian yang harus didukung untuk publikasi. PWI Pusat telah menjalin kerja sama dengan beberapa kampus di Jakarta untuk memberikan semangat,” jelasnya.

 

Hendry Ch Bangun menegaskan bahwa dengan kolaborasi dan penggalangan kekuatan bersama, Indonesia dapat mewujudkan program ketahanan pangan yang baik dan berdikari. “Dengan demikian, Indonesia bisa berdiri di kaki sendiri,” tegasnya.

 

Seminar Nasional ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta, termasuk wartawan dari berbagai daerah seperti Kalimantan Selatan, Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara, serta akademisi, mahasiswa, dan anggota Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI).

 

Acara dibuka dengan penampilan Tari Tradisional Radap Rahayu dari Banjarmasin, dan diakhiri dengan penyerahan plakat kepada seluruh narasumber yang telah mendukung rangkaian kegiatan HPN 2025 Banjarmasin, yang dilakukan oleh Ketua Umum PWI Pusat dan didampingi oleh Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmie.

 

Dengan seminar ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat serta wartawan mengenai pentingnya ketahanan pangan bagi bangsa Indonesia.

 

Rls/ Galih RM

LAINNYA
xbanner 970x250