xbanner 970x250

PDI Perjuangan Banten Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Abraham Garuda Laksono Soroti Sistem Peringatan Dini

5 minutes reading
Friday, 11 Sep 2026 06:59 0 11 Redaksi

Visinews.id, PDI Perjuangan Banten mendorong penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan memperkuat sistem peringatan dini. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten Abraham Garuda Laksono menilai informasi kebencanaan harus dapat diterima masyarakat secara cepat agar warga memiliki waktu untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan evakuasi.

 

Dorongan tersebut disampaikan Abraham saat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten melakukan kunjungan koordinasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten dan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Merak, Kamis (10/9/2026).

 

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut perintah DPP PDI Perjuangan sekaligus bentuk kepedulian partai terhadap upaya kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di Banten.

 

Menurut Abraham, sistem peringatan dini tidak boleh hanya berfungsi menyampaikan informasi setelah bencana terjadi. Sistem tersebut harus mampu menjangkau masyarakat ketika ancaman mulai terdeteksi.

 

“Kalau terjadi gempa, masyarakat harus mendapatkan peringatan sedini mungkin. Jangan sampai informasi datang ketika masyarakat sudah panik dan tidak tahu harus melakukan apa,” ujar Abraham.

 

Dorong Cell Broadcast

Salah satu gagasan yang disampaikan Abraham adalah pemanfaatan teknologi cell broadcast alert system sebagai bagian dari sistem peringatan dini bencana.

 

Teknologi komunikasi seluler tersebut memungkinkan pemerintah atau otoritas berwenang mengirimkan pesan peringatan secara instan kepada perangkat telepon seluler dalam wilayah geografis tertentu.

 

Dengan sistem tersebut, peringatan dapat diarahkan kepada masyarakat yang berada di kawasan berpotensi terdampak. Warga kemudian memiliki waktu untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan evakuasi apabila diperlukan.

 

“Teknologinya harus kita manfaatkan. Ketika ada gempa atau ancaman bencana lainnya, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak bisa langsung mendapatkan informasi. Tujuannya sederhana, agar masyarakat lebih siap menyelamatkan diri,” kata Abraham.

 

Menurut dia, pemanfaatan teknologi harus menjadi bagian dari upaya membangun sistem komunikasi kebencanaan yang cepat, efektif dan mudah diterima masyarakat.

 

Bahas Megathrust hingga Anak Krakatau

Kunjungan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten diawali ke BPBD Provinsi Banten pada pukul 10.00-11.00 WIB.

 

Pertemuan dibuka Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Barhum.

 

Dalam pertemuan tersebut, Yeremia Mendrofa menjelaskan tujuan kedatangan rombongan, antara lain menyerahkan kuesioner kepada BPBD untuk memperoleh informasi mengenai kondisi dan kebutuhan penanggulangan bencana di Banten.

 

Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penyampaian kepada Gubernur Banten, terutama apabila terdapat kebutuhan penguatan fasilitas maupun kebijakan dalam menghadapi potensi bencana.

 

Setelah dari BPBD, rombongan melanjutkan kunjungan ke BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Merak pada pukul 11.20-12.30 WIB.

 

Pertemuan di BMKG dibuka Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Merak Anton Daud bersama Barhum.

 

Di lokasi tersebut, Abraham turut memaparkan tujuan kunjungan sekaligus berdiskusi mengenai sejumlah isu kebencanaan yang dinilai penting bagi Banten.

 

Pembahasan mencakup potensi gempa megathrust, El Nino berkepanjangan hingga dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

 

Abraham menilai berbagai potensi ancaman tersebut perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana tidak boleh baru dilakukan setelah bencana terjadi.

 

“Mitigasi bukan pekerjaan setelah bencana datang. Mitigasi adalah bagaimana kita mempersiapkan masyarakat sebelum bencana itu terjadi,” tegasnya.

 

Ia menilai koordinasi antara pemerintah, lembaga teknis, DPRD dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana.

 

Masyarakat Harus Menjadi Bagian dari Sistem

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten menilai informasi dari lembaga teknis seperti BPBD dan BMKG penting untuk memperkuat pengambilan kebijakan di tingkat daerah.

 

Selain berdiskusi, rombongan juga menyerahkan kuesioner kepada kedua instansi untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi, kebutuhan serta langkah-langkah penanggulangan bencana yang diperlukan.

 

Abraham menilai kesiapsiagaan tidak cukup hanya dibangun di tingkat pemerintah. Masyarakat juga harus menjadi bagian dari sistem penanggulangan bencana.

 

“Jangan hanya membangun kesiapan di tingkat pemerintah. Masyarakat juga harus menjadi bagian dari sistem itu. Mereka harus tahu kapan harus waspada, ke mana harus evakuasi, dan informasi apa yang harus dipercaya,” katanya.

 

Karena itu, menurut Abraham, penguatan sistem peringatan dini harus berjalan bersama edukasi kepada masyarakat. Informasi yang cepat perlu diikuti pemahaman mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika peringatan diterima.

 

Ia juga menegaskan bahwa kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan merupakan salah satu nilai yang harus terus diwujudkan dalam kerja politik.

 

“PDIP adalah partai yang didasari rasa kemanusiaan. Karena itu, ketika berbicara tentang bencana, yang kita pikirkan pertama adalah bagaimana keselamatan masyarakat bisa menjadi prioritas,” ujar Abraham.

 

Dorong Langkah Nyata

 

Kunjungan ke BPBD dan BMKG dilakukan atas dasar perintah DPP PDI Perjuangan sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya tanggap dan mitigasi kebencanaan.

 

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten menilai koordinasi dengan lembaga teknis penting untuk memperoleh informasi yang dapat menjadi dasar penguatan kebijakan kebencanaan di daerah.

 

 

Abraham berharap koordinasi tersebut tidak berhenti sebagai kunjungan formal, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah.

 

“Ujungnya bukan sekadar laporan kunjungan. Kita ingin ada langkah nyata. Kalau ada teknologi yang bisa membuat masyarakat lebih cepat menerima peringatan, kenapa tidak kita dorong untuk digunakan?” ujar Abraham.

 

Kunjungan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Banten tersebut dihadiri Barhum, Abraham Garuda Laksono, Yeremia Mendrofa, Madsuri, Wawan Sumarwan, Toha dan Nia Purnamasari.

 

Dua kunjungan dalam satu hari itu sekaligus menegaskan pentingnya memperkuat mata rantai kebencanaan di Bant

en, mulai dari pemantauan ancaman, koordinasi antarlembaga, penyampaian informasi hingga kesiapan masyarakat melakukan evakuasi.

 

 

Ryan

LAINNYA
xbanner 970x250