xbanner 970x250

Komnas PA Berduka atas Meninggalnya Siswa SD di NTT, Soroti Dugaan Gagalnya Akses PIP

2 minutes reading
Sunday, 8 Feb 2026 15:40 0 91 Redaksi

Visinews.id, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berinisial YBR (10) di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (6/2/2026).

 

Peristiwa tersebut memicu keprihatinan luas. Berdasarkan informasi awal, korban diduga mengalami tekanan berat setelah permintaannya untuk membeli buku dan alat tulis tidak dapat dipenuhi orang tuanya karena keterbatasan ekonomi.

 

Komnas PA juga menyoroti adanya dugaan kuat keterlambatan atau kegagalan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang seharusnya diterima korban untuk menunjang kebutuhan pendidikannya.

 

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, S.E., menilai kejadian ini tidak bisa dilihat semata sebagai persoalan ekonomi keluarga.

 

“Ini adalah indikasi kegagalan sistem pengawasan dan pendampingan anak, baik di satuan pendidikan maupun di tingkat daerah. Tidak boleh ada anak yang merasa menghadapi kesulitan sendirian,” ujar Agustinus dalam pernyataan resminya.

 

Komnas PA mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran PIP agar lebih fleksibel, responsif, dan tidak berbelit, khususnya bagi keluarga kurang mampu di wilayah terpencil.

 

Selain itu, Komnas PA mempertanyakan peran sekolah, termasuk wali kelas dan guru bimbingan konseling, dalam mendeteksi perubahan perilaku serta kondisi psikososial siswa yang mengalami tekanan.

 

Komnas PA juga mengingatkan pemerintah daerah bahwa setiap hambatan birokrasi terhadap pemenuhan hak anak dapat dikategorikan sebagai bentuk pengabaian anak. Pemerintah Daerah NTT didesak segera memberikan pendampingan dan pemulihan psikologis bagi keluarga serta lingkungan sekitar korban.

 

“Satu nyawa anak adalah segalanya. Ketika seorang anak kehilangan harapan, itu menjadi cermin kegagalan kita bersama. Jangan sampai urusan administrasi lebih berharga dari nyawa anak Indonesia,” tegas Agustinus Sirait.

 

Ryan

LAINNYA
xbanner 970x250