
Visinews.id, Beberapa Minggu ini Warga Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang mengalami kelangkaan Gas Elpiji 3 KG dan Sejumlah warga mengeluhkan bahwa mereka harus berkeliling ke berbagai warung dan pangkalan untuk mendapatkan gas yang biasa digunakan untuk keperluan memasak sehari-hari.
Salah satu warga ibu rumah tangga, sufi (45), mengaku harus berkeliling ke beberapa warung dan pangkalan untuk mendapatkan tabung gas. Namun, stoknya selalu kosong, ucapnya,”Kamis, 30/01/2025.
“Biasanya saya beli di warung dekat rumah, tapi sudah dua hari ini tidak ada. Saya sampai keliling ke beberapa tempat, tetap tidak dapat, Tandasnya.
Kelangkaan ini juga berdampak pada pangkalan resmi yang berada di Kelurahan Binong, para pedagang kecil, Dan Warga yang mengandalkan elpiji 3 kilogram untuk kebutuhan sehari-hari.
Di wilayah Kelurahan Binong Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang masih menggunakan LPG subsidi 3 kg secara tidak sesuai peruntukannya. Saat di lapangan awak media menemukan Beberapa usaha “Laundry yang masih menggunakan LPG 3 kg, yang jelas melanggar ketentuan yang berlaku. Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Migas No. B-2461/MG.05/DJM/2022, terdapat delapan jenis usaha yang dilarang menggunakan LPG 3 kg bersubsidi. Yakni restoran, hotel, usaha binatu, usaha batik, usaha jasa las, usaha peternakan, serta usaha pertanian.
Salah satu pemilik pangkalan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa agen tidak menjual kepangkalan resmi, agen seharusnya memberikan kepangkalan yang resmi dan pangkalan pun harus mengisi MAP ( Merchant App Pangkalan Pertamina), Ungkapnya.
Dan ini pun sangat kecewa perlakuan agen-agen Gas Elpiji 3 Kg Yang ada di Kelurahan Binong, Tegasnya.
Pangkalan resmi yang berada di wilayah Binong pun berharap Kementrian Perindustrian, Pertamina, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk sidak terkait kelangkaan Gas ini.
Galih RM
