xbanner 970x250

Musrembang Kecamatan Curug, Imam Sucipto Tekankan Infrastruktur Hingga Pendidikan 

2 minutes reading
Tuesday, 20 Jan 2026 21:18 0 69 Redaksi

Visinews.id, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Curug digelar di GSG Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (20/1/2026). Forum tahunan ini menjadi ajang penyelarasan dan penetapan prioritas usulan pembangunan dari desa dan kelurahan untuk dibawa ke tingkat kabupaten.

 

Musrenbang dihadiri Anggota DPRD Provinsi Banten Drs. H. Muhammad Faizal, SH., MH. dari Fraksi Golkar, Muchlis dari Fraksi PDI Perjuangan, serta Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Imam Sucipto, M.Pd.I. dari Fraksi PKS.

 

Hadir pula Camat Curug Arif Rachman Hakim, S.STP., M.Si., Sekcam Curug Gilang Pratama Putra, perwakilan Bappeda Kabupaten Tangerang, Danramil dan Kapolsek Curug, Kepala Puskesmas Curug, Karang Taruna, KNPI Curug, para kepala desa dan lurah, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

 

Camat Curug Arif Rachman Hakim menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor dalam perencanaan pembangunan. Ia menyebut sinkronisasi program desa dan kelurahan dengan prioritas kabupaten menjadi kunci agar perencanaan berjalan efektif dan terintegrasi.

 

“Tujuannya untuk menghasilkan pembangunan yang efisien dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arif.

 

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Banten Drs. H. Muhammad Faizal mengapresiasi kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat. Ia berharap Musrenbang menghasilkan prioritas pembangunan yang realistis, terukur, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

 

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Imam Sucipto menyoroti sejumlah isu strategis di Kecamatan Curug. Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, serta kualitas pendidikan.

 

Imam juga menyinggung persoalan banjir, pengelolaan sampah, dan kemacetan yang dinilai kerap menghambat aktivitas dan pertumbuhan ekonomi warga.

 

Ia menegaskan tidak seluruh usulan masyarakat dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran dan kewenangan pemerintah daerah. Karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pihak swasta melalui program kemitraan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

 

“Kolaborasi menjadi kunci agar kebutuhan pembangunan masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan,” tutup Imam Sucipto.

 

 

LAINNYA
xbanner 970x250